Postingan

Menampilkan postingan dengan label tulisan pribadi

Bukan Hanya Duka Yang Belum Pergi, Tapi Juga Cinta Yang Masih Tetap Tinggal

 Ada wajah yang masih sering muncul dalam ingatannya. Kadang lewat senyapnya malam, kadang di sela-sela pagi yang sibuk. Dia tidak berkata apa-apa, hanya hadir lalu hilang, dan datang lagi. Kehilangan yang benar-benar dalam ... berjalan bergandengan bersama waktu. Dulu, rumah itu ramai. Suara tawa, suara marah, suara rebutan kecil yang paling dirindukannya. Suara manja, paling jujur saat meminta dan paling mudah membuatnya mengalah tanpa rasa rugi. Dia tumbuh dikelilingi cinta dan cara yang sulit dijelaskan. Waktu ternyata tidak selalu berjalan sesuai doa, dan semesta tidak selalu menurut pada harapan manusia. Sejak saat it, ada bagian dari hidupnya yang ikut diam-tak pernah kembali bicara seperti dulu. Kini, waktu terus berjalan, rumah tetap berdiri, pohon-pohon tetap tumbuh dan hidup  harus tetap dijalani. Tapi ada satu ruang di dalam hati yang tidak pernah terisi lagi. Tapi manusia, dia tahu ,,, hanyalah titipan. Dan tidak ada satu pun yang punya kuasa menahan apa yang suda...

Ketulusan tak selalu dipahami

 Kadang aku berpikir, apakah yang kulakukan selama ini terlihat bodoh bagi dunia? Memberi tanpa berharap kembali, menolong tanpa ingin dipuji, bahkan menahan diri untuk tidak marah saat dilukai. Seringkali ketulusan justru menjadi alasan aku disalahpahami, dianggap lemah, atau bahkan dicurigai punya maksud tersembunyi. Padahal tidak semua orang baik ingin sesuatu darimu. Beberapa dari kami hanya tidak ingin orang lain merasakan sepi dan sakit yang pernah kami alami sendiri. Hidup ini aneh, ya. Ketika kamu jujur, kamu dianggap naif. Ketika kamu membantu, kamu dianggap ada maunya. Dan ketika kamu diam, kamu dianggap tidak peduli. Tapi aku tidak menulis ini untuk mengeluh. Aku hanya ingin mencatat satu hal penting: jangan pernah mengukur hatimu dari cara orang memperlakukanmu. Karena jika tidak, kamu akan kehilangan alasan untuk tetap jadi manusia yang utuh—meski tak sempurna, tapi masih punya hati. Aku pernah menyukai seseorang dalam diam, bukan karena aku penakut… tapi karena aku ta...